Alfandias Raih Prestasi Setelah Lalui Banyak Kegagalan

Alfandias Raih Prestasi Setelah Lalui Banyak Kegagalan

0 482
Institut Pertanian Bogor (IPB)
Institut Pertanian Bogor (IPB)

Menjadi mahasiswa berprestasi merupakan capaian yang harus dilalui dengan berbagai perjalanan yang panjang, bukan sesuatu yang terbentuk secara instant. Membutuhkan ketekunan untuk menggapai sebuah prestasi yang membanggakan. Hal tersebut dirasakan oleh Alfandias Seysna Putra (20), mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Walaupun berkuliah di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Alfandias ternyata memiliki ketertarikan khusus di bidang transportasi. Sejak semester 3, pria kelahiran Yogyakarta ini sudah mulai mencoba menulis ide dan gagasannya untuk diikutsertakan pada beberapa lomba. “Ketika itu karya tulis pertama saya tentang efektivitas transport logistik menggunakan kereta api, tetapi sayangnya tidak lolos sebagai finalis pada 2013”, ujar Alfandias. Namun kegagalan tersebut membuat anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum for Scientific Studies (Forces) IPB ini semakin penasaran dan giat menggali informasi.

Tidak perlu menunggu lama, berkat kegigihannya pada tahun yang sama Alfandias mendapatkan juara 1 di ajang Lomba Desain Kawasan Navigasi Sungai yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Hasanudin (Unhas), Makassar. “Alhamdulillah Allah SWT memberikan saya rasa penasaran yang tinggi, sehingga memotivasi saya untuk terus berusaha”. Setelah ajang tersebut, berbagai prestasi pun terus diraih oleh Alfandias. Pada tahun 2014, ia menjadi satu-satunya delegasi dari IPB di acara Young Engineers and Scientist Summit di Surabaya dengan tema besarnya adalah Transportasi.

Ia menyatakan, “Motivasi dan rasa percaya diri untuk berbicara dan berinteraksi menggunakan bahasa Inggris muncul, dan itu titik awal saya mulai mencoba untuk ikut event internasional”.  Pada 2015, ia mendaftar dan lolos seleksi sebagai salah satu delegasi Indonesia dan satu-satunya delegasi IPB pada ASEAN Youth Summit (AYS) 2015 di Filipina. “Jadi waktu itu saya dapat informasi mengenai AYS ini di media sosial, dan waktu itu motivasinya adalah rasa penasaran saya untuk coba ikut acara di luar dan mulai bangun jaringan dengan teman-teman minimal di ASEAN. Waktu itu aplikasinya cukup dengan online, ada form berupa biodata dan beberapa pertanyaan esai yang berhubungan dengan ASEAN Community dan sebagainya. Selain pengetahuan tentang ASEAN, dalam aplikasinya juga disebutkan pengalaman-pengalaman kepemimpinan di kampus,” papar peraih juara 2 Mahasiswa Berprestasi Tingkat Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan ini.

Beberapa kegiatan internasional lain juga diikutinya. Pada Mei 2015 menjadi salah satu delegasi di International Workshop on Climate Change di Malaysia, dan pada bulan Oktober 2015 ia ikut serta dalam Asia-Pacific Urban Youth Assembly dan the Sixth Asia-Pacific Urban Forum 2015 di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI bekerja sama dengan UN-HABITAT dan UN-ESCAP. “Capaian-capaian tersebut tidak didapat secara instant dan mudah, dalam prosesnya saya juga mengalami berbagai kegagalan, penolakan, dan banyak event yang saya ajukan aplikasinya namun tidak lolos. Alhamdulillah karena saya yakin, kesuksesan itu pasti melalui kegagalan-kegagalan sebelumnya,” jelasnya.

“Stay Hungry, Stay Foolish, jangan cepat puas, jangan enggan untuk mencari informasi. Karena saat ini sudah banyak informasi tentang kegiatan dan lomba, baik nasional maupun internasional. Masalahnya adalah bagaimana kita mengeksekusi informasi tersebut, terlebih sekarang Direktorat Kemahasiswaan IPB sudah banyak mengeluarkan banyak bantuan bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengikuti agenda-agenda di luar,” pungkasnya. (RF)

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply